Ternyata Imam Syafi'i Pernah Galau Karena Seorang Wanita

By Akhbar An - Nabawi - Juli 01, 2020

imam-syafii-lupa-galaw-thumnail



Siapa orang yang tidak kenal dengan salah satu imam mazhab yang sangat istimewa  ini, yaitu imam Muhammad Bin Idris As-Syafi’i (150-204 H). Ia adalah salah seorang pemilik IQ tertinggi di dunia dan dikenal memiliki daya hafal yang luar biasa.  Ia adalah seorang ulama yang sangat cerdas dan mengusai berbagai macam cabang ilmu ( Mutafannin). Ia  orang yang sangat cerdas, bagaimana tidak? Al Habib Zainal Al- Jufri pernah bercerita bahwa Imam As-Syafii berangkat dari rumah menuju masjid, beliau selalu menutup telinganya. Hingga pada suatu hari, salah seorang sahabatnya mempertanyakan hal tersebut kepada Imam Syafii.

Ya Syaikh, kenapa engkau selalu menutup telingamu setiap engkau berjalan dari rumah ke masjid?”. Imam Syafii menjawab, “ Wahai sahabatku, ketahuilah! Seandainya aku membuka telingaku, niscaya aku akan menghafal semua suara yang aku dengar dari rumahku sampai ke masjid. Masyaa allah luar biasa sekali bukan?

Ternyata Ia juga sudah menyelesaikan hafalan Qur’annya di usia 7 tahun, kemudian di usia muda ia juga sudah menghafal kitab Muwatta’ yaitu kitab utama rujukan Mazhab Maliki.
Mazhab Syafi’i adalah mazhab yang terbanyak di gunakan oleh orang saat ini dan tesebar di seluruh penjuru dunia.

Dikisahkan, pada suatu hari Imam Syafi’i sedang berjalan di pasar. Banyak wanita-wanita penduduk kota yang melintas di sekitar perjalanan imam Syafi’i. Pada suatu waktu, ketika imam Syafi’i melihat lurus kedepan, terlihatlah olehnya betis seorang wanita yang tersingkap karena angin yang bertiup.
Melihat kejadian itu, wanita itu lantas membenahi pakaiannya, dengan rasa malu dan pipinya yang tampak memerah. Meskipun saat itu imam Syafi’i berada di belakangnya dan ia melihat kejadian itu tanpa sengaja.
Imam Syafii lantas meninggalkan tempat itu sembari terus mengucapkan istighfar tanpa henti. Dalam suatu riwayat dikatakan karena kejadian ini membuat imam Syafi’i lupa 1 buku yang telah dihafalnya.

Menyadari hal ini lantas imam Syafi’i mengadukan hal ini kepada gurunya imam Waqi’ ibn Jarrah, Dalam sya’ir nya Imam Syafi’i mengatakan:

شكوت الي وكيع سوء الحفظي # فأرشدني الي ترك المعاصي
وأحبرني بأن العلم نور # ونور الله لا يهدى للعاصي

“ Aku pernah mengadu kepada guruku imam al Waqi’ tentang buruknya hafalanku. Kemudian beliau memberiku pengarahan untuk meninggalkan maksiat. Dan dia juga memberi tahuku bahwa ilmu itu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak diberikan kepada orang yang berbuat maksiat."

Hikmah:

Dari kisah ini dapat kita ambil hikmah bahwa maksiat yang kecil saja dapat mempengaruhi hati kita. Sebagai mana kisah imam Syafi’i diatas ia tidak sengaja melihat betis seorang wanita. Padahal mungkin kita berfikir, kan hanya betis? Kan nggak sengaja? Kan kan inilah yang akan membawa kita kepada hal-hal yang membuat diri kita binasa. Nasehat saya nggak usah banyak kan kan deh.😉

Imam Syafii saja, seorang ulama besar ia merasakan kegelisahan yang amat sangat ketika hal ini terjadi. Sadarkah kita yang hanya orang biasa ini? Pernahkah kita gelisa dengan maksiat yang kita perbuat kepada Allah?
Jangan kita remehkan maksiat kecil, jika kita meremehkannya maka itu akan membawa kita kepada maksiat yang lebih besar (والعياذ بالله) .
Jika di dalam hati kita masih ada rasa bersalah dan tidak nyaman ketika melakukan maksiat maka ketahuilah Allah masih sayang kepada kita dan cepatlah memohon ampunan kepada Allah. Jangan di tunda-tunda, karena jika dosa itu menumpuk akan menyebabkan hati menjadi mati dan ia merasa biasa saja ketika bermaksiat.

Ya Allah dengan bertambahnya umur kami mudah mudahan bertambah ketaatan kami kepada mu yaa Allah, dan berkurang segala kemaksiatan yang kami lakukan kepada mu yaa Allah. Kami ini tempat salah dan dosa yaa Allah, dan kami tau engkau maha pengampun. Ampuni kami yaa Allah.

Semoga dengan kisah ini dapat kita ambil manfaatnya, terkhusus kepada redaksi sendiri, dan mari kita doakan semoga Allah melapangkan kubur imam Syafii rahimullah dan menjadikan kita dan anak cucu kita sebagai generasi penerusnya dalam memperjuangkan agama Allah yaitu, Ad-dinul islam.

Akhbar An - Nabawi (Al-Faqiir). Khartoum, 1 Juli 2020

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar

YOU MIGHT ALSO LIKE

Asy'ariyyin : Perjuangan Didalam Minoritas