Seri Tasawuf : Ingat! Adab Menuntut Ilmu

By Akhbar An - Nabawi - September 05, 2020


Kitab turats merupakan salah satu media transfer ilmu dari generasi ke generasi. Berbagai macam ilmu pengetahuan dapat kita peroleh dari kitab ulama-ulama terdahulu. Tidak hanya Ilmu Agama, tetapi juga mecakup ilmu umum, seperti: Ilmu Kedokteran (Tibb), Ilmu Astronomi (Falak), bahkan Matematika ( Aljabar). Maka tak heran banyak dari kalangan penuntut ilmu yang ingin mempelajarinya dan memperdalam ilmu pengetahuan.

Dalam proses pembelajarannya, adab merupakan salah satu dasar/pondasi yang sangat penting, seperti yang di katakan para Ulama :



"Adab itu lebih tinggi dari pada Ilmu "

Mendahulukan adab dari pada ilmu itu sendiri sudah di praktekkan secara turun temurun oleh para ulama, baik secara langsung ( Perkataan) ataupun tak langsung ( Perbuatan). Sayangnya, seiring berjalannya waktu banyak dari para tholibul ilmi melupakan hal ini, ya seperti yang dikataka Rasulullah dalam hadits di atas. Ditambah dengan banyaknya paham-paham liberalisme yang menyusup di tengah-tengah umat islam, yang mana mereka hanya mementingkan diri sendiri. Mereka menitik beratkan menuntut ilmu itu untuk kesombongan, untuk harta, dll. Di dalam pikiran mereka " toh, yang penting saya dapat ilmunya, nggak perlu siapa yang mengajari, siapa yang menulis kitab ". Hal seperti ini dikatakan sebagai sifat ananiy ( Egois), yang sifat ini tidak di sukai oleh Allah c.

Penulis di sini sudah mengumpulkan beberapa adab dalam menuntut ilmu yang sangat penting dan saat ini sudah banyak di tinggallkan orang-orang.

  • Adab Ada Dua Sisi : Murid Dan Guru
Mungkin kita berfikir Murid harus menjaga adab kepada gurunya saja, tetapi pernahkah kita berfikir sebaliknya. Bagaimana adab seorang yang 'Alim? Tentu ia juga harus menjaga adabnya dengan baik supaya dapat diikuti oleh muridnya. Jauh dari sifat sombong dan takabbur.
Dikisahkan dalam sejarah antara Imam Syafi'i yang belajar kepada Imam Malik, hingga suatu ketika Imam Malik mengatakan kepada Imam Syafi'i, "Ya Syafi'i, Habis sudah ilmuku ku ajarkan kepadamu dan kurasa sekarang kau lebih hebat dariku. Ini beberapa keping uang emas, carilah guru yang lain." Begitulah Ulama zaman dahulu. Perlu kita ketahui bahwa imam Malik adalah ulama terhebat di zamannya dengan kitab Muwattha' nya. Tetapi Apa yang di katakan imam Malik setelah selesai memberikan ilmunya kepada imam Syafi'i, Imam Malik mengatakan kepada imam Syafi'i untuk mencari guru lain, bahkan memberikannya uang untuk bekal belajar selanjutnya kepada ulama yang lain. Ma Syaa Allah sekali. Tidak seperti zaman sekarang, ada yang menjatuhkan satu sama lain, ada juga yang sombong dengan mengatakan akulah yang paling hebat, yang lain itu nggak ada apa-apanya. Beginilah adab salaf yang harus kita ikuti.
Jadi ingat ya, mencari guru pun kita harus pilih-pilih, bagaimana adabnya? untuk apa ia mengajarkan kita?


  • Mengenal Siapa Muallif Kitab
kita dapat mempraktikkannya dengan membaca tarjamah (biografi) muallif kitab. Hal ini diperlukan untuk membangkitkan semangat dalam menuntut ilmu, dengan mengetahui bagaimana cara ulama menuntut ilmu dan perjuangannya hingga dapat menulis sebuah kitab yang sangat bermanfaat bagi orang banyak. 
kemudian adab kita untuk mengambil keberkahan dengan mendo'akannya di awal majlis, sebagai mana yang di lakukan oleh ulama-ulama kita. Di awal majlis mereka selalu megucapkan :

(قال مؤلف رحمه الله تعالى نفعنا الله بعلومه في الدارين (اي الدنيا والأخيرة
 Telah berkata Muallif r semoga Allah memberikan manfaat ilmunya  bagi kita di dua tempat ( dunia dan akhirat)

Dalam hal ini, kita mendapatkan hubungan timbal balik dengan muallif. Muallif memberikan kita ilmu yang ada di dalam kitabnya, dan sebagai balasan alangkah baik jika kita  mendoakannya. Janganlah kita hanya mempelajari ilmunya tanpa mengertahui siapa muallif kitab, karena ini terkesan kurang baik dan kurang berkah dalam pandangan tasawuf.

  • Menjaga Serta Mengamalkan Ilmu 
Salah satu adab yang baik kepada guru kita adalah berusahan untuk menjaga dan mengamalkan ilmu yang telah diajarkannya kepada kita, dengan begitu kita bisa memberikannya balas pahala yaitu dengan ilmu yang bermanfaat. Ya, Pahala yang selalu mengalir, supaya berkah jugaa.
Hadits Rasulullah g :

إذا مات ابن آدام انقطع عمله إلا من ثلاث : صدقة جارية أوعلم ينتفع به أوولد صالح يدع له
Apabila seseorang meninggal maka terputuslah semua amalannya kecuali tiga : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, anak sholeh yang mendo'akannya.

Kesimpulannya adalah adab itu sangat penting, terutama bagi kaum terpelajar dan penuntut ilmu, maka janganlah kita tinggalkan, karena itu adalah ajaran dari Rasulullah g yang harus selalu kita jaga dan kita amalkan.

Akhbar An - Nabawi ( Al-Faqiir) Khartoum, 17 Muharram 1442 H

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar

YOU MIGHT ALSO LIKE

Asy'ariyyin : Perjuangan Didalam Minoritas